24 Truk Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Boyolali
Sebanyak 24 truk operasional Koperasi Desa Merah Putih tiba di Boyolali dan mulai dibagikan kepada pengurus KDMP.
Teror ular kobra dan Mbah Mijan-Instagram/@mbahmijan
Harianjogja.com, SOLO–Teror ular kobra di berbagai wilayah termasuk Gunungkidul, DIY membetot perhatian masyarakat.
Masyarakat Indonesia dibuat cemas dengan teror ular kobra, akhir-akhir ini. Hampir beberapa daerah mengalami teror ular berbisa tersebut, seperti Klaten, Sukoharjo, Gunungkidul, Depok, Bogor, Bekasi, dan lain-lain.
Beberapa ahli mengatakan penyebab kumunculan ular kobra secara tiba-tiba ini dikarenakan bulan Desember 2019 hingga Februari merupakan musim ular kobra bertelur. Namun, berbeda dengan paranormal kenamaan Mbah Mijan yang menjelaskan bahwa dari sudut pandang metafisika, datangnya ular kobra merupakan tanda datangnya sebuah penyakit atau wabah yang bisa membunuh.
“Hingga hari ini, sudah 82 kasus ular kobra masuk pemukiman warga. Ada apakah gerangan tuan? Secara logis, bisa jadi karena musim hujan adalah waktu menetasnya anak cucu cicit kobra. Ditambah, banyaknya tikus got di perkotaan, menarik habitat melata ini untuk berburu makanan. Namun, jika alasannya hanya karena musim penghujan, bukankah bukan kali ini saja. Mengapa hewan berbisa ini baru sekarang meneror warga, adakah alasan lain? Dalam sudut pandang Metafisika (Ilmu Titen) mengatakan, Apabila Ular Kobra Bertamu Ke Rumah Manusia, adalah pertanda akan datangnya penyakit misterius atau wabah yang sifatnya membunuh,” beber Mbah Mijan melalui akun Instagramnya, @mbahmijan, Kamis (19/12/2019).
Mbah Mijan juga mengaku cemas dengan munculnya fenomena yang membahayakan ini. Maka dari itu, ia memperingatkan masyarakat agar selalu waspada dengan teror ular kobra dan tak lupa ia berharap hal ini segera berakhir.
“Selain hal diatas, saya pribadi mencemaskan kejadian ini. Tak terbayang, kalau Ular Kobra berburu makanan malam hari, hingga masuk ke kamar tidur dan mematuk jempol orang yang sedang terlelap, atau menggigit anak anak yang sedang bermain di halaman rumah. Ya Allah, jauh-jauh deh jangan sampai hal seperti itu terjadi. Saya ngeri sendiri ngebayanginnya. Kita harus realistis, keganasan racun bisa memang menyeramkan. Selalu waspada ya sodaraku, jangan dipandang biasa,” tambahnya.
Bahkan, Mbah Mijan mengaku akan mengadakan ritual khusus untuk mencari tahu lebih dalam mengenai fenomena mengerikan ini. “Mohon doa dan dukungannya, insyaallah dalam waktu dekat, saya akan melakukan ritual khusus agar teror ular kobra segera berakhir. Semoga Allah ijabah niat dan doa kita semua, Aamiin,” tukasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Sebanyak 24 truk operasional Koperasi Desa Merah Putih tiba di Boyolali dan mulai dibagikan kepada pengurus KDMP.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Polres Kudus mengamankan lima pemuda yang membawa senjata tajam saat menggeruduk kompleks perumahan di Kecamatan Bae.
KAI Commuter menambah 4 perjalanan KRL Jogja-Palur selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 14–17 Mei 2026.
Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping di Beijing membahas Taiwan, AI, tarif dagang, hingga Selat Hormuz.
Semen Padang siap tampil maksimal melawan Persebaya Surabaya meski sudah dipastikan terdegradasi dari BRI Super League 2026.