KPK Dalami Aliran Rp106,3 Miliar yang Diduga ke Nusron Wahid
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Ilustrasi obesitas./Daily Express
Harianjogja.com, JAKARTA-Selama ini, kebiasaan makan malam kerap dihindari karena diyakini bikin gemuk.
Anda tentu pernah merasa kelaparan saat menjelang tidur, namun Anda juga takut berat badan mendadak naik karena makan di malam hari.
Bahkan beberapa orang percaya makan malam seharusnya dilakukan sebelum pukul 8 malam. Tapi nyatanya informasi ini justru disebut menyesatkan.
Melansir Medical News Today, apa yang Anda makan jauh lebih penting dari kapan Anda makan.
Gagasan makan di malam hari dapat membuat berat badan bertambah berasal dari penelitian pada hewan. Penelitian tersebut menunjukkan tubuh dapat menggunakan kalori yang dikonsumsi secara berbeda ketika melewati waktu tertentu dalam sehari.
Beberapa peneliti berhipotesis makan di malam hari bertentangan dengan ritme sirkardian tubuh. Jadi, berdasarkan ritme ini, saat malam hari tubuh seharusnya tidur, bukan makan.
Tetapi faktanya pada manusia menunjukkan masalahnya bukan pada waktu, tetapi seberapa banyak makanan yang dikonsumsi.
Selama total asupan kalori Anda masih dalam batas kebutuhan sehari-hari Anda, kenaikan berat badan tampaknya tidak terjadi hanya karena makan di malam hari.
Hal ini juga disampaikan oleh Ketua Pusat Penelitian Nutrisi Obesitas di Pennington Biomedical Research Center di Lousiana, Eric Ravussin, PhD.
"Jika kamu aktif atau makan, itu (berat badan naik) tidak akan terjadi," tuturnya pada Men\'s Health.
Menurutnya, itu terjadi karena tubuh akan membakar lemak yang tersimpan setelah menghabiskan karbohidrat dari makanan terakhir dan glikogen yang disimpan.
"Asupan kalori adalah satu-satunya hal yang penting," tambah Satchin Panda, profesor di Salk Institute dan penulis \'The Circadian Code\'.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
PSS Sleman kebobolan tujuh gol dari tiga laga Super League. Pieter Huistra mengakui catatan itu terlalu banyak dan harus diperbaiki.
Menkes Budi Gunadi Sadikin membahas kondisi keuangan BPJS Kesehatan, suntikan Rp20 triliun, hingga kualitas layanan rumah sakit.
Polisi membekuk Gembel, spesialis pencuri pompa sumur bor yang terungkap beraksi di 19 TKP di Gunungkidul dan Bantul.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.