Magelang Perkuat Koordinasi Jelang Lebaran dan Arus Mudik
Pemkab Magelang memperkuat koordinasi lintas sektor untuk menjaga keamanan, inflasi, dan kelancaran arus mudik Lebaran 2026.
Direktur Yayasan Biennale, Alia Swastika (kanan) dan Koordinator Media, Kiki Pea (kanan) saat berkunjung ke Harian Jogja, Selasa (15/10/2019). /Harian Jogja-Nina Atmasari
Harianjogja.com, JOGJA-- Ada yang berbeda dari pergelaran Biennale Jogja XV yang akan digelar pada 20 Oktober sampai 30 November 2019. Jika sebelumnya agenda seni ini hanya persembahkan oleh satu negara, kali ini ada 12 negara yang berpartisipasi.
Hal itu diungkapkan Direktur Yayasan Biennale, Alia Swastika saat berkunjung ke Harian Jogja, Selasa (15/10/2019). Kunjungan bersama Koordinator Media, Kiki Pea itu diterima oleh Pemimpin Redaksi Harian Jogja, Anton Wahyu Prihartono.
Peserta Biennale tersebut merupakan negara-negara di Asia Tenggara meliputi Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Laos, Kamboja, Myanmar, Vietnam dan Filipina, ditambah Timor Leste, Hong Kong dan Taiwan. "Total ada 52 seniman yang akan berpartisipasi, karya seni mereka telah lolos seleksi oleh kurator," jelas Alia.
Selain jumlah negara, ada hal lain yang membedakan pergelaran seni dua tahunan ini, yaitu lokasi yang tersebar di sejumlah titik. Sebelumnya, Biennale digelar hanya di satu titik yakni Jogja National Museum (JNM). Kali ini, selain di JNM, pameran seni ini juga akan ditempatkan di Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Ketandan hingga PKKH UGM.
Pembukaan akan dilaksanakan di JNM pada 20 Oktober. Dalam pembukaan ini, panitia menargetkan ada 2.500 pengunjung yang hadir. Adapun total pengunjung selama acara diharapkan meningkat dari pergelaran sebelumnya yang sejumlah 80.000. "Tahun ini kami bakal kesulitan menghitung pengunjung karena lokasi tersebar dan tidak ada tiket masuk, semua gratis, jadi sulit menghitungnya," tambah Alia.
Adapun terkait karya seni yang dipamerkan, Kiki menyebutkan di antaranya ada candi dari 8 ton sampah plastik kresek yang dipadatkan. Ada pula Taman Marsinah untuk mengenang perjuangan buruh Marsinah. "Karya seni ini dibuat sejak 1994 namun ini pertama kali dipamerkan. Nanti saat dipamerkan pun belum selesai proses pembuatannya," jelas Kiki.
Karya lain kebanyakan berupa instalasi seni yang akan dipamerkan di dalam ruangan. Tak hanya seni rupa, ada pula instalasi suara yang dipamerkan. Sejumlah pertunjukan akan ditampilkan untuk menyambut pengunjung. Bintang tamu utama adalah Voice of Baceprot yang akan tampil saat pembukaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Magelang memperkuat koordinasi lintas sektor untuk menjaga keamanan, inflasi, dan kelancaran arus mudik Lebaran 2026.
Jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 dan perjalanan sejak pagi.
Barcelona gagal mencapai 100 poin usai kalah dari Deportivo Alaves. Hansi Flick tetap puas dengan performa pemain muda Blaugrana.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Polres Kudus mengamankan lima pemuda yang membawa senjata tajam saat menggeruduk kompleks perumahan di Kecamatan Bae.
KAI Commuter menambah 4 perjalanan KRL Jogja-Palur selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 14–17 Mei 2026.