Industri Rokok Ditekan Aturan, DPR: Negara Harus Turun Tangan
DPR minta pemerintah lindungi industri rokok dari tekanan regulasi dan rokok ilegal. Sektor ini serap jutaan tenaga kerja dan sumbang besar ke negara.
Ilustrasi bioskop./Solopos-Burhan Aris Nugraha
Harianjogja.com, JOGJA - Biaya sering menjadi kendala seseorang mewujudkan keinginannya memiliki rumah atau mobil.
Walaupun saat ini ada Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), tetapi masyarakat masih perlu mengelola pembayarannya. Walaupun Down Payment (DP) sudah terlunasi, pastinya Anda berkewajiban untuk menyicil tiap bulannya hingga lunas keseluruhannya.
Apalagi, selama membayar cicilan Anda akan memikirkan pula bagaimana mengisi rumah dan memperbaiki mobil bila ada kerusakan. Oleh sebab itu, Anda perlu mengurangi pos-pos pengeluaran anda untuk berhemat.
Keuangan
Perencana keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Andi Nugroho mengatakan bahwa pos pengeluaran yang sebaiknya dihemat ketika mengambil KPR dan KKB adalah pos kesenangan pribadi.
"Contohnya adalah seperti biaya untuk nonton bioskop, makan di luar, jajan, traveling, nongkrong di kafe, serta hobi," ujar dia kepada Okezone, Selasa (13/8/2019).
Dia menuturkan, sebelum mengambil kredit terutama KKB, pastikan bahwa Anda benar-benar butuh kendaraan dan bukan hanya untuk bergaya saja. Misalnya keluarga yang anaknya 2 atau lebih, tentu akan repot dan bahaya bila bepergian bersama menggunakan motor, maka itu butuh mobil.
"Lalu pilihlah kendaraan yang harganya sesuai dengan kemampuan bayar DP dan cicilan kita. Bila memang kemampuan terbatas, maka jangan pilih yang mewah dan ber-CC besar, tapi pilih yang fungsinya kita butuhkan," kata dia.
Dia menambahkan, untuk KPR tidak jauh beda dengan KKB di mana pilih yang sesuai kemampuan yang dimiliki. Bila terpaksanya harus membeli yang jauh dari tempat kerja.
"Maka carilah yang dekat dengan akses kendaraan umum. Seperti kereta api agar menghemat biaya dan tenaga ke kantor," ungkap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
DPR minta pemerintah lindungi industri rokok dari tekanan regulasi dan rokok ilegal. Sektor ini serap jutaan tenaga kerja dan sumbang besar ke negara.
Pemerintah segera terbitkan aturan baru e-commerce yang mengatur transparansi biaya marketplace dan perlindungan UMKM serta seller.
Kemnaker membuka pendaftaran Bantuan TKM Pemula 2026 dengan dana Rp5 juta untuk mendukung usaha mandiri masyarakat.
Pria di Pacitan menjadi korban penyiraman cairan kimia saat hendak ke pasar. Korban mengalami luka bakar dan dirujuk ke rumah sakit.
Konsultan keuangan Elvi Diana meminta OJK memperketat screening dan edukasi publik guna mencegah maraknya investasi ilegal.
Imigrasi YIA menggagalkan keberangkatan tiga pria diduga calon haji non-prosedural menuju Singapura melalui Bandara YIA.